CatatanHarian.id – Tradisi Kebo Andil kembali menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Depok 2026. Tradisi masyarakat Depok ini bukan sekadar prosesi memotong kerbau, namun mengandung nilai kebersamaan, perjuangan hingga toleransi antarumat beragama.
Wakil Ketua KOOD Berbudaya, Maksum menjelaskan, tradisi Kebo Andil sudah ada sejak era 1960-an dan terus dijaga hingga saat ini oleh masyarakat Depok.
“Kebo Andil adalah satu tradisi di Depok dari sejak tahun 60-an. Ada acara namanya Motong Kebo Andil. Bukan Andil Kebo, tapi Kebo Andil,” ujar maksum, Kamis (7/6/2026).
Maksum menjelaskan, kata “andil” memiliki makna urunan atau kontribusi bersama. Dahulu, masyarakat bergotong royong mengumpulkan uang untuk membeli seekor kerbau yang nantinya dipotong menjelang Lebaran.
“Karena kerbau itu mahal harganya. Orang kampung dulu biasanya makan daging cuma satu kali setahun saat Lebaran. Maka mereka nabung berbulan-bulan untuk membeli seekor kerbau,” jelas Maksum.
Maksum menilai, tradisi tersebut mengajarkan bahwa segala sesuatu membutuhkan proses dan perjuangan panjang sebelum bisa dinikmati hasilnya.
“Ini pembelajaran bahwa menikmati sesuatu perlu perjuangan dan waktu yang panjang,” tuturnya.
Tak hanya itu, tradisi Kebo Andil juga menyimpan nilai toleransi yang kuat di tengah masyarakat Betawi Depok pada masa lalu.
Masyarakat kala itu memilih memotong kerbau dibanding sapi sebagai bentuk penghormatan terhadap warga nonmuslim yang tidak mengonsumsi daging sapi.
“Supaya menjunjung tinggi toleransi, orang Betawi tidak motong sapi di waktu Lebaran, tetapi motong kerbau. Ada nilai toleransi di situ,” terang.
Maksum mengungkapkan, ada tiga nilai utama dalam tradisi Kebo Andil, yakni perjuangan, kebersamaan, dan toleransi.
“Oleh karena itu kami bertekad, sepanjang kami masih hidup dan masih mampu, Kebo Andil tidak boleh ditinggalkan,” ungkap Maksum.
Maksum menambahkan, tradisi tersebut terus berkembang setiap tahunnya. Jika sebelumnya hanya satu hingga dua ekor kerbau, tahun lalu jumlahnya meningkat hingga tujuh ekor.
“Nanti daging kerbau ini akan dimasak panitia dan disajikan bersama pada puncak acara Lebaran Depok tanggal 9 Mei,” pungkas Maksum.








