CatatanHarian.id – Sebuah potongan video viral saat Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Heri Hermansyah diteriaki zionis. Hal itu terjadi pada penyampaian penggalangan dana sumbangan atau dana abadi UI, ditengah pelaksanaan wisuda mahasiswa UI.
Berdasarkan rekaman video, Heri berada diatas panggung bersama beberapa orang lainnya. Heri yang akan memberikan pernyataan, teriakan zionis meramaikan dan diarahkan kepada Heri sehingga menyempatkan diri untuk diam sejenak.
Diketahui, teriakan zionis disuarakan mahasiswa yang mengikuti kegiatan di Balairung UI. Hingga beberapa detik, Heri sempat menahan pidatonya yang masih terdengar teriakan zionis.
Pada pidatonya, Heri turut menyinggung soal dana sumbangan untuk UI.
Merespon video tersebut, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah mengatakan, teriakan yang disuarakan mahasiswa UI terjadi pada saat Rektor Heri sedang mengikuti sesi program dana abadi. Saat itu, sesi program dana abadi sempat dipandu dari master of ceremony (MC).
“Sejatinya program Dana Abadi ini merupakan sesi perkenalan kepada para wisudawan dan orangtua wisudawan, bahwa UI memiliki dana abadi (Endowment Fund),” ujar Arie, Jumat (12/9/2025).
Arie mengungkapkan, dana abadi dikelola untuk kepentingan sivitas akademika. Adapun dana abadi diperuntukan mulai dari pengembangan riset, hingga membantu mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial untuk menyelesaikan studinya.
“Bahkan, jika sudah memungkinkan, UI akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa UI yang memang sesuai kategorinya nanti,” ungkap Arie.
Selain itu, lanjut Arie, UI telah memberlakukan UKT berkeadilan, kemampuan UKT disesuaikan dengan kemampuan sebenarnya dari mahasiswa tersebut.
“Kembali ke momen di atas, sepertinya terjadi misinformasi bahwa Bapak Rektor meminta dana langsung dari para wisudawan dan orangtua,” ucap Arie.
Arie menilai, sesi tersebut adalah perkenalan program Dana Abadi yang sedang dicapai UI. Adapun sumbernya tidak utama dari sumbangan wisudawan dan orangtua wisudawan, namun hasil kerjasama akademik hingga filantropis.
“Kalaupun ada yang ingin menyumbang dana abadi dari wisudawan dan orangtua wisudawan, dipersilahkan secara sukarela dan tidak ada batasan angka sumbangan,” terang Arie.
Universitas Indonesia membuka secara lebar kepada alumni UI yang ingin memberikan sumbangan melalui dana abadi.
“Semoga dimasa yang akan datang, jika alumni UI sudah berhasil dan ingin berkontribusi kepada almamater, salah satunya adalah melalui program Dana Abadi ini,” pungkas Arie.









