CatatanHarian.id – Sejumlah aktivis menggelar aksi damai mendesak KPK segera jemput paksa Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid. Aksi damai dengan pembentangan spanduk ini dilakukan di lampu merah simpang Ramanda, Selasa (27/10/2026).
Aktivis Anti Korupsi Kota Depok, Kasno menjelaskan pihaknya mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang sudah banyak menangkap koruptor. Namun sayangnya, menurut Kasno, Nusron masih diberi kesempatan mengikuti rapat kabinet padahal ia sudah dua kali mangkir panggilan KPK.
“Namun demikian, ada yang kami pertanyakan bahwa mengapa seorang yang diduga koruptor, yang dipanggil dua kali KPK, ini masih mendapatkan kesempatan rapat kabinet bersama Presiden?,” ujarnya.
Selain itu ia juga mendesak KPK segera melakukan langkah tegas dengan menjemput paksa Nusron Wahid, di mana dirinya sudah terhitung dua kali mangkir dari panggilan terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
“Dan kami minta kepada KPK, ini sudah dua kalinya, ya kalau memang seperti itu, jemput paksa dong. Karena kan regulasinya sudah seperti itu. Nah, kami minta kepada KPK itu jangan mandul dan banci hanya gara-gara Nusron Wahid,” ucapnya.







