Kementrans Segera Bangun Mess Patriot Dikawasan Transmigrasi Salor Merauke

Menu

Mode Gelap
 

News WIB

Kementrans Segera Bangun Mess Patriot Dikawasan Transmigrasi Salor Merauke


					Caption : Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lokasi pembangunan dan mess Kampus Patriot di kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan. (Dicky) Perbesar

Caption : Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara meninjau lokasi pembangunan dan mess Kampus Patriot di kawasan Transmigrasi Salor, Merauke, Papua Selatan. (Dicky)

CatatanHarian.id – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berencana membangun mess Patriot dan kolam renang berstandar olimpic, di kawasan transmigrasi Desa Salor, Merauke, Papua Selatan. Diketahui, kampus Patriot sedang dalam pembangunan dan keberadaan mess akan menunjang kelengkapan kampus Patriot.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kedatangannya ke kawasan transmigrasi Salor, Kabupaten Meroke, Provinsi Papua Selatan, melihat langsung lokasi Kampus Patriot. Rencananya tahun depan Kementrans memberikan semacam beasiswa pendidikan S2, kepada seribu calon mahasiswa yang akan terdaftar di perguruan tinggi, terbaik di Indonesia.
“Tetapi kuliahnya sehari-hari akan bertempat di kawasan transmigrasi,” ujar Iftitah, Minggu (21/9/2025).
Berdasarkan rencana pemetaan, Iftitah menjelaskan, kawasan transmigrasi Salor yang berada di kawasan Salor, akan menjadi ibu kota Provinsi Papua Selatan. Melihat itu, Kementrans saat ini dalam konteks transformasi transmigrasi bukan hanya suasembada, namun menciptakan pertumbuhan ekonomi baru.
“Insya Allah nanti dengan adanya ibu kota Pemerintahan Papua Selatan yang ada di kawasan transmigrasi Salor, pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan transmigrasi Salor bisa berkembang dengan pesat,” jelas Iftitah.
Kementrans berencana membangun kampus Patriot diarea lahan seluas 16 hektar yang nanti di isi 300 sampai 400 mahasiswa S2. Saat ini untuk jurusan pada Kampus sedang dirumuskan Kemendikti Sainstek.
“Antara lain mungkin nanti jurusan-jurusan yang utamanya mengenai teknologi pertanian, kemudian teknik kimia, kemudian juga nanti ada kelautan, perikanan, dan lain-lain,” ucap Iftitah.
Tidak hanya membangun kampus dan mess Pariot, Kementrans akan membangun kolam renang standar olimpiade dengan panjang sekitar 50 meter persegi. Pembangunan kolam renang akan menjadi satu pusat kegiatan antara mahasiswa dengan masyarakat transmigran di kawasan transmigrasi Salor.
“Total (anggaran) keseluruhan hampir 500 miliar, baik pembangunannya maupun dengan alokasi beasiswanya. Nanti lebih pastinya akan saya jelaskan karena ini masih belum diputuskan. Alokasinya kan kemarin baru alokasi ke satu saja, belum spesifik kepada programnya,” terang Iftitah.
Iftitah mengungkapkan, kampus dan mess Patriot rencananya awal tahun depan mulai rencana pembangunannya, khusus untuk kolam renang akan dimulai tahap satu pembangunannya pada bulan depan.
“Bulan depan ini dalam waktu sisa yang ada ini, renteknya (rencana teknis) dan sebagainya akan kita selesaikan termasuk DED-nya, kemudian sehingga nanti tahun depan bisa langsung kita mulai di awal tahun, harapannya di pertengahan tahun depan itu kita sudah bisa launching dan gunakan,” ungkap Iftitah.
Iftitah optimis kampus Patriot akan diminati mahasiswa dari seluruh nusantara, hal itu berdasarkan hasil komunikasi Kementrans dengan anggota tim ekspedisi Patriot yang mencapai sekitar 2.000 orang. Bahkan, Kementras kerap mendapatkan pertanyaan terkait waktu rencana pembukaan pendaftaran patriot.
“Tapi yang terpenting itu adalah selain nanti kami juga optimalkan perguruan-perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tetapi juga bekerjasama dan berkolaborasi dengan universitas tempat, seperti yang ada di Merauke ini, nanti kami bekerjasama dengan Musamus juga,” tutur Iftitah.
Kementras akan melibatkan masyarakat Papua terhadap pelaksanaan kampus Patriot di Merauke. Hal itupun telah menjadi komunimasi antara Kementrans dengan Gubernur Papua Selatan dan Bupati Merauke.
“Kami sampaikan bahwa kita ingin apa yang dicita-citakan oleh Bapak Presiden dan cita-cita kita semua, pembangunan di Papua ini bisa menghasilkan kesejahteraan yang komprehensif. Dan pembangunan kesejahteraan yang komprehensif itu harus dimulai dari pembangunan manusianya,” kata Iftitah.
Iftitah menjelaskan, adapun pendekatan pembangunan manusia dimulai melalui pendidikan yang ada di Merauke, sebagai pintu gerbang kesejahteraan pembangunan Papua. Ifititah menekankan, Kementrans tidak hanya membangun pembangunan infrastruktur fisik, namun non-fisik turut dibangun.
“Jadi bukan hanya membangun infrastuktur fisik, tapi non fisiknya dibangun, kita bangun jiwanya, karakternya, dan juga kapasitas serta kompetensinya,” pungkas Iftitah.
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Satpol PP Depok Santuni Anak Yatim Wujud Rasa Syukur

11 February 2026 - 05:23 WIB

Promo Spesial Friday Market di DJP BRI BO Jakarta Gatot Subroto

21 January 2026 - 09:20 WIB

BRI Bekasi Siliwangi Salurkan Bantuan Dana Bapekis ke Musala Al Mutaqin

19 January 2026 - 10:24 WIB

BRI Bekasi Siliwangi Layani Pencairan PIP

19 December 2025 - 06:26 WIB

BRI Warung Buncit Renovasi TK Adhyaksa XXI Jakarta

19 December 2025 - 06:20 WIB

IJTI Pokja Wartawan Depok Bersama DP3APKB Gelar Diskusi Media Ramah Anak

18 December 2025 - 00:22 WIB

Trending di News