Mengenal Pasar Penghabisan Pada Lebaran Depok

Menu

Mode Gelap

News · 10 May 2026 03:29 WIB

Mengenal Pasar Penghabisan Pada Lebaran Depok


					Sekretaris Umum KOOD, Nina Suzana saat mengunjungi pasar penghabisan pada Lebaran Depok. Perbesar

Sekretaris Umum KOOD, Nina Suzana saat mengunjungi pasar penghabisan pada Lebaran Depok.

CatatanHarian.id – Pasar Pengabisan yang digelar pada Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Kota Depok wilayah timur, Jumat (8/5/2026), menyita perhatian pengunjung. Pasar Penghabisan menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya masyarakat Depok tempo dulu sekaligus mengenalkan sejarah tradisi menjelang Hari Raya Idulfitri kepada generasi muda.

 

Sekretaris Umum Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Berbudaya, Nina Suzana menjelaskan, Pasar Pengabisan merupakan tradisi masyarakat Depok pada masa lalu untuk membeli berbagai kebutuhan terakhir sebelum Idulfitri.

 

Menurutnya, masyarakat tempo dulu memiliki kebiasaan mempersiapkan lebaran secara bertahap mulai dari ngubek empang, mencuci perabotan, hingga berbelanja kebutuhan hari raya di pasar terakhir sebelum lebaran.

 

“Kalau emak-emak usia 50 tahun ke atas pasti masih mengalami masa itu. Orang tua kita dulu sudah sibuk mempersiapkan Idulfitri dari mulai ngubek empang, nyuci perabotan, sampai beli baju buat anak-anaknya,” ujar Nina.

 

Nina menjelaskan, tradisi Pasar Pengabisan muncul karena pada masa itu pasar biasanya tutup selama dua hingga tiga hari saat Hari Raya Idulfitri. Masyarakat pun memanfaatkan kesempatan terakhir untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga maupun perlengkapan lebaran.

 

“Makanya ada yang namanya pasar pengabisan atau pasar terakhir menjelang Idulfitri. Di situlah orang tua kita membeli kebutuhan lebaran,” jelas Nina.

 

Tidak hanya membeli bahan makanan, para orang tua pada masa itu juga biasanya membeli pakaian baru untuk anak-anak mereka agar dapat dikenakan selama hari raya.

 

“Biasanya ibu-ibu beli baju buat anaknya satu atau dua stel buat gantian dipakai hari pertama dan kedua lebaran. Kalau cuma satu, besok dipakai lagi bajunya,” ucap Nina.

 

Tidak hanya itu, lanjut Nina, selain pakaian, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan khas lebaran seperti ketupat, sayur-mayur, hingga lauk pauk. Bahkan sebagian bahan pangan diperoleh dari hasil ngubek empang yang menjadi tradisi masyarakat Depok.

 

Melalui Lebaran Depok 2026, tradisi tersebut kembali diangkat agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sejarah dan budaya masyarakat Depok tempo dulu.

 

“Di Lebaran Depok ini kita angkat kembali supaya anak cucu kita paham bahwa ini bagian dari tradisi dan budaya kita,” pungkas Nina.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Lebaran Depok Tumbuhkan UMKM Dan Budaya

10 May 2026 - 05:21 WIB

Depok Rumah Kita Jadi Penyemangat Lebaran Depok

10 May 2026 - 05:03 WIB

Ogoh Ogoh Hingga Barongsai Ramaikan Lebaran Depok

10 May 2026 - 04:54 WIB

Lebaran Depok Jadi Momentum Solidaritas Dan Kebersamaan

10 May 2026 - 04:44 WIB

Dibalik Makna Nyuci Perabotan Pada Lebaran Depok

10 May 2026 - 04:27 WIB

Mengenal Tradisi Kebo Andil Pada Lebaran Depok

10 May 2026 - 04:19 WIB

Trending di News