CatatanHarian.id – Ratusan anggota Satpol PP Kota Depok memberikan santunan kepada anak yatim dan fuquro, di lingkungan Pemerintah Kota Depok. Pemberian santunan yatim sebagai wujud rasa syukur usai diangkat menjadi PPPK paruh waktu.
Kasat Pol PP Kota Depok, Dede Hidayat menyambut baik santunan yatim yang dilakukan anggota Satpol PP Kota Depok. Pemberian santunan merupakan inisiasi anggota Satpol PP Kota Depok dalam keberkehidupan sosial dan rasa syukur usai diangkat sebagai PPPK paruh waktu di Pemerintah Kota Depok.
“Kegiatan ini sangat bagus, menunjukan anggota Satpol PP Depok peduli akan kehidupan sosial lingkungan,” ujar Dede, Selasa (11/2/2026).
Dede menjelaskan, anggota Satpol PP dan sejumlah donatur menyisihkan rezekinya untuk berbagi dengan anak yatim dan dhuafa. Anggota Satpol PP Depok selain memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya, turut memiliki rasa tanggung jawab saling berbagi dan mengasihi kepada orang lain.
“Santunan ini 45 orang, yang diberikan santunan ini rata-rata dari keluarga besar Satpol-PP, baik rekan-rekan kita yang sudah pensiun maupun meninggal,” jelas Dede.
Selain berbagi kepada anak yatim, anggota Satpol PP Depok turut berbagi kepada fuqoro disekitar tempat tinggalnya. Selain itu, rasa saling berbagi tertanam pada tubuh anggota Satpol PP Depok untuk membantu sesama anggota yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Terkadang anggota saling urunan rezeki membantu anggota atau keluarga anggota yang sakit,” terang Dede.
Dede menuturkan, santunan yatim dan fuqoro merupakan kegiatan rutin anggota Satpol PP Depok. Hal itu dilakukan untuk saling mengingatkan rasa saling berbagi dan ketaatan aggota Satpol PP dalam menjalankan perintah agama.
“Karena pada ajaran agama hakekatnya terdapat perintah untuk saling berbagi kepada yang membutuhkan,” tutur Dede.
Secara singkat, Ketua umum FK-BPPN, Fadlun Abdillah mendukung kegiatan sosial Bhakti Praja, dilakukan Satpol PP Kota Depok. Hal itu dilakukan bentuk rasa syukur atas atas diangkatnya menjadi PPPK paruh waktu.
“Kami berharap anggota Satpol PP Kota Depok Paruh Waktu bisa menjadi PPPK penuh waktu, serta tetap menanam rasa saling berbagi kepada anak yatim dan fuqoro,” singkat Abdillah.









